Minggu, April 26, 2026

Enggan Rumahnya Dipasang Stiker “Keluarga Miskin”, Sejumlah KPM di Rejang Lebong Mundur dari Daftar Penerima Bansos

REJANG LEBONG – Sejumlah warga penerima bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Rejang Lebong memilih mundur dari daftar penerima setelah mendengar rencana pemasangan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kebijakan itu masih dalam tahap pemetaan, namun sudah memicu reaksi dari masyarakat. ([Aspirasi Terkini][1])

Kepala Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Ruslan, mengungkapkan bahwa ada **lima orang KPM** di desanya yang secara sadar mengundurkan diri dari daftar penerima Bansos. Menurut Ruslan, kelima warga tersebut merasa sudah mampu secara ekonomi sehingga tidak lagi layak menerima bantuan dari pemerintah.

“Kita telah mengadakan sosialisasi terkait Bansos agar tepat sasaran kepada warga kami. Karena tidak mau suatu saat rumahnya dipasang stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’, mereka memilih untuk mundur dari daftar penerima,” kata Ruslan.

- Advertisement -

Ruslan menambahkan bahwa pengunduran diri itu dilakukan atas kesadaran pribadi para KPM yang ingin memberikan kesempatan kepada keluarga yang dianggap lebih membutuhkan. Ketika memutuskan mundur, mereka juga membuat surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk keseriusan.

Ia mengatakan bahwa di Dusun Sawah masih banyak keluarga yang lebih membutuhkan bantuan sosial, sehingga pengunduran diri KPM yang merasa sudah mampu tersebut diharapkan bisa membuka peluang bagi keluarga lain untuk masuk dalam daftar penerima. Nantinya, calon penerima baru akan diusulkan melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Saya berharap warga lain yang merasa sudah mampu juga bisa berlaku bijak dengan mundur dari daftar KPM. Karena masih banyak masyarakat miskin yang lebih membutuhkan Bansos tersebut,” ujar Ruslan.

Rencana pemasangan stiker bertuliskan “Masyarakat Miskin” ini tengah menjadi wacana di sejumlah daerah sebagai upaya untuk memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran. Namun, hal ini menuai pro dan kontra di tingkat masyarakat.

Baca juga:  Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Kompak Lakukan Kunker ke Bank Indonesia untuk Kembangkan Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Hambali, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemerintah daerah akan mengkaji lebih dalam rencana pemasangan stiker tersebut. Hambali menilai bahwa meskipun bertujuan meningkatkan transparansi data penerima Bansos, pemasangan stiker juga bisa menimbulkan dampak psikologis dan sosial bagi penerima manfaat. ([Aspirasi Terkini][1])

“Kami akan menelaah dahulu karena pemasangan stiker seperti ini memiliki sisi positif dalam hal transparansi data penerima bansos, namun di sisi lain bisa menimbulkan rasa malu atau stigma negatif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Hambali menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait Bansos harus mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang tidak diinginkan. Ia menegaskan bahwa Pemda Rejang Lebong tetap menginginkan program bansos bisa tepat sasaran, tetapi juga menjaga martabat masyarakat.

RELATED POST

Most Popular